Cari Blog Ini

Jumat, 11 Mei 2012

INFORMATIKA FARMASI (Pharmacy informatics)

PENDAHULUAN 
Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, tetapi meskipun istilah sistem yang digunakan bervariasi, semua sistem pada bidang - bidang tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi antara elemen dengan lingkungannya, dan yang terpenting adalah sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai. Setiap sistem dibuat untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran tujuan meliputi ruang lingkup yang luas, sedangkan sasaran lebih dikenai pada subsistemnya karena meliputi ruang lingkup yang sempit dibanding tujuan, baik tujuan maupun sasaran pada prinsipnya adalah sesuatu yang diraih untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan serta sifatnya senantiasa positif, sehingga alat ukur tercapainya suatu tujuan atau sasaran adalah kepuasan.

Dalam mempelajari sistem kita harus mempelajari informasi, pasalnya suatu sistem yang kurang mendapatkan suatu informasi akan menjadi ketinggalan zaman/tidak bertahan lama. Informasi dapat berupa data mentah, data tersusun dan sebagainya, dimana data adalah suatu kenyataan yang bermanfaat menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Gagasan penting yang mendasari pemakaian istilah informasi dalam sistem informasi adalah memperkaya penyajian, mempunyai nilai kejutan atau mengungkapkan sesuatu. Informasi dapat merubah kemungkinan-kemungkinan hasil yang diharapkan dalam sebuah situasi keputusan.

Mula-mula informatika dianggap ilmu tentang informasi, jadi sinonim dengan teknologi informasi dan sistem infromasi, informatistika, informologi dan informatilogi. Istilah informatika lebih dikaitkan pada ilmu informasi dari pada ilmu komputer serta dianggap sebagai penggunaan terapan dari ilmu informasi. Informatika juga dianggap sebagai konvergensi antara ilmu informasi, ilmu komputer dan sains spesifik disipliner. Juga dikatakan bahwa disiplin informatika masih dalam pengembangan, walaupun ada peluang memainkan peran penting sebagai dasar teknologi pada masyarakat informasi mendatang.

Dalam perkembangannya Informatika tumbuh sebagai bidang interdisipliner yang berkaitan dengan kajian sifat informasi dan teknologi dengan fokus bagaimana manusia menyatukannya guna menghasilkan serta mengelola informasi dan  pengetahuan. Jadi informatika memiliki cakupan lebih luas daripada ilmu informasi karena fokus utama ilmu informasi ialah pengumpulan, pengorganisasian, penyimpanan, temu balik, interpretasi serta penggunaan informasi.  Informatika lebih luas daripada ilmu komputer dan ilmu informasi karena digunakan dalam konteks  yang lebih luas daripada ilmu informasi. Informatika  mencakup semua aspek  ilmu komputer dan perilaku manusia. Contohnya  informatika farmasi mencakup ilmu komputer dan praktik kefarmasian. Sifat interdisipliner informatika memungkinkan mengintegrasikan teori dan metode spesifik domain guna menyimpan, menemubalik dan mendistribusikan informasi dengan teknologi informasi baru.  Karena itu informatika adalah disiplin yang mencakup struktur serta kualitas aplikasi profesional yang mencakup berbagai disiplin akademis seperti  ilmu komputer, kajian informasi, manajemen informasi, teknik sistem, matematika, statistika, interaksi manusia-komputer, kedokteran, linguistik, psikologi dan ilmu--ilmu kognitif. 

PEMBAHASAN
    Penggunaan obat yang tepat oleh pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan, baik untuk pasien yang mendapat obat berdasarkan resep dokter maupun pengobatan mandiri (swa-medikasi). Kegagalan pengobatan tuberculosis (TBC), misalnya, banyak disebabkan karena putus minum obat oleh pasien setelah kondisi fisiknya dirasa membaik. Resistensi terhadap antibiotik dapat disebabkan karena penggunaan antibiotik secara swa-medikasi yang kurang tepat (berlebihan, kurang atau tanpa indikasi yang tepat). 

Perkembangan teknologi di bidang kesehatan berimplikasi pada perkembangan jenis penyakit dan banyaknya macam dan jenis obat. Ketersediaan informasi obat yang akurat, benar dan up to date merupakan kebutuhan bagi penyedia layanan kesehatan maupun pasien dan masyarakat

Satu macam obat memiliki atribut yang sangat kompleks mengakibatkan para pengguna obat merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi obat terkini secara cepat dan akurat. Berbagai upaya telah dilakukan di dunia informatika medis dalam mendukung pemenuhan informasi obat. Salahsatunya dengan pengembangan system informasi obat oleh BPOM.

Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi dan kedokteran harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien. 

Informatika farmasi (Pharmacy informatics) adalah realisasi informatika untuk farmasi dan kegiatannya, merupakan aplikasi komputer untuk pengambilan, penyimpanan dan analisis informasi obat. Sistem ini membantu apoteker mengelola informasi pada catatan asuransi medis pasien, data obat interaksi, serta data resep. 

Tujuan Teknologi ini akan membantu dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, dan meningkatkan keselamatan pasien. Dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi dan perangkat keras komputer dan perangkat lunak, informatika farmasi mampu memberikan metode pembiayaan yang efektif untuk apotek dan rumah sakit untuk berkomunikasi dengan mudah dan menciptakan kerangka kerja yang maju dimana mereka dapat lebih memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya. Sebagai tekhnologi untuk jenis komunikasi dan interaksi terus meningkatkan melalui kemajuan perangkat lunak, komputasi nirkabel, dan telekomunikasi, ahli informatika farmasi profesional akan terus melebarkan batas-batas bidang ini sehingga memungkinkan komunikasi yang lebih baik antara semua orang yang terlibat dalam perawatan pasien.  

Manfaat pelaksanaan informatika farmasi dapat membantu praktisi farmasi dalam beberapa cara. Baik desain sistem dan manajemen database dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia secara tepat waktu. Contoh proses tersebut meliputi:    
  1. Entry order dan verifikasi  
  2. Catatan administrasi obat yang jelas, berguna, dan akurat 
  3. Laporan evaluasi penggunaan obat
  4. Menempatkan pesanan pembelian
  5. Pelacakan inventaris 
  6. Mengakses informasi klinis seperti laporan laboratorium dan rincian interaksi obat 
Selain itu masih ada sejumlah manfaat menggunakan informatika farmasi, yaitu: 
  1. Meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya, dan pasien.
  2. Mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi,
  3. Informatika farmasi memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
  4. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya bagi pasien. 
KESIMPULAN  

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat dari informatika farmasi adalah :  
  1. Meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya, dan pasien.
  2. Mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi,
  3. Informatika farmasi memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
  4. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya bagi pasien.
     
     

Minggu, 06 Mei 2012

Terapi Antagonis Reseptor Histamin H2 Pada Penderita Tukak Lambung (PUD)

PENDAHULUAN 

Tukak Lambung atau istilah ilmiahnya Peptic Ulcer Disease adalah lesi pada lambung atau duedonum yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara faktor agresif (sekresi asam lambung, pepsin dan infeksi bakteri Helicobacter pylori) dengan faktor pelindung mukosa (produksi prostaglandin, gastric mucus, bikarbonat dan aliran darah mukosa).

Ada 3 penyebab terjadinya tukak lambung yaitu :

  1. Bakteri Helicobacter pylori
  2. Penggunaan Obat NSAID
  3. Stres dan gaya hidup

Helicobacter pylori berbentuk spiral, sensitif terhadap pH, termasuk golongan bakteri Gram negatif dan merupakan bakteri mikroarofilik yang hidup berada diantara lapisan mukus dan permukaan sel epitelial di perut dan di beberapa lokasi di lambung. Bakteri ini menghasilkan sitotoksin yang mampu memecah pertahanan mukus dan kemudian menempel pada sel epitelial lambung atau pada usus halus. Bakteri ini akan menghasilkan adhesin yang mengikat membran yang terdiri dari lipid dan karbohidrat. Bakteri ini juga memproduksi urease yang akan mengkatalis peristiwa hidrolisis urea menjadi karbonmonoksida dan amonia yang bersifat toksik. Amonia dan produk lain yang dihasilkan oleh bakteri ini akan terakumulasi dan merusak integritas mukosa lambung dan menyebabkan terjadinya ulcer (tukak/luka). (Dipiro, J.T., et al., 2005)

NSAID termasuk aspirin dapat menyebabkan kerusakan mukosa lambung melalui dua mekanisme yaitu secara langsung atau mengiritasi topikal sel epitelium lambung dan secara sistemik dengan menghambat sistesis prostaglandin. (Dipiro, J.T., et al., 2005)

Peptic ulcer disease juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat misalnya telat makan, stres, dll. Mekanisme yang mungkin yaitu adanya penundaan pengosongan lambung, menghambat sekresi bikarbonat, dan mengurangi produksi prostaglandin pada lapisan mukosal yang akan mengakibatkan berkurangnya perlindungan terhadap mukosa lambung. Selain itu merokok dapat menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung, walaupun ini tidak terjadi pada setiap individu. (Dipiro, J.T., et al., 2005)

Sasaran Terapi : Secara umum sasaran terapi untuk tukak lambung yaitu infeksi bakteri Helicobacter pylori, sekresi asam lambung berlebihan dan pertahanan mukosa

Tujuan Terapi : yaitu mengurangi sekresi asam lambung berlebihan, menetralkan asam lambung, memperkuat sistem perlindungan mukosa, mengurangi atau menghilangkan nyeri epigastrik, mengurangi atau mencegah terjadinya komplikasi.

Strategi Terapi : terapi Peptic ulcer disease dapat dilakukan sedara farmakologi maupun non-farmakologi. Terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan yaitu :

  1. Mengurangi atau menghilangkan stress psikologis
  2. Menghentikan kebiasaan merokok
  3. Mengurangi penggunaan obat-obat golongan nonsteroidal anti-inflamantory drug (NSAID)
  4. Menghindari makanan-makanan yang dapat menyebabkan terjadinya ulcer (tukak) seperti makanan dan minuman yang mengandung kafein, pedas dan alkohol (Dipiro, J.T., et al., 2005)

Terapi farmakologis yaitu dengan menggunakan obat-obat :

  1. Antagonis reseptor histamin H2
  2. Pompa Proton Inhibitor
  3. Antasida
  4. Analogprostaglandin
  5. Sucralfat

Antagonis Reseptor Histamin H2

Terapi menggunakan antagonis reseptor histamin H2 merupakan terapi yang digunakan untuk mengurangi sekresi asam lambung berlebih. Mekanisme aksi obat golongan antagonis reseptor histamin H2 yaitu dengan cara mem-blok kerja dari histamin atau berkompetisi dengan histamin untuk berikatan dengan reseptor H2 pada sel parietal sehingga mengurangi sekresi asam lambung (Katzung, B.G, 2002).

Ada 4 antagonis reseptor histamin H2 yang sering digunakan dalam pengobatan peptic ulcer disease yaitu :

  1. Cimetidin
  2. Ranitidin
  3. Famotidine
  4. Nizatidine

Keempat obat tersebut dapat secara cepat di absorbsi di usus halus. Cimetidine, ranitidine dan famotidine akan mengalami first-pass hepatic metabolism yang akan mengakibatkan bioavailabilitasnya menjadi sekitar 50%. Sedangkan nizatidine hanya sedikit mengalami first-pass hepatic metabolism sehingga bioavalabilitasnya mendekati 100%. Waktu paruh (half life) dari keempat obat tersebut adalah 1 hingga 4 jam dan durasinya tergantung dari besarnya dosis yang diberikan. Obat golongan antagonis reseptor histamin H2 akan dibersihkan dari tubuh melalui kombinasi metabolisme di hati, flitrasi glomerolus dan sekresi tubulus renal.

CIMETIDINE
Nama dagang di Indonesia: Cimetidine Hexpharm (diproduksi oleh Hexpharm), Cimetidine Prafa (Prafa), Corsamed (Corsa), Licomed (Berlico Mulia Farma), Tagamed (GlaxoSmithKline), Tidifar (Ifars), Ulcedine (United American), Ulcumed (Soho), Ulcusan (Pyridam), Ulsikur (Kalbe Farma), Xepamed (Metiska Farma).

Indikasi: Terapi jangka pendek untuk ulkus duodenum aktif, terapi pemeliharaan ulkus duodenum sesudah penyembuhan dari ulkus aktif, terapi jangka pendek ulkus gaster aktif yang jinak, terapi refluks gastroesofagus erosif, pencegahan pendarahan saluran cerna bagian atas.

Kontra indikasi: Hipersensitif dengan cimetidine.

Bentuk sediaan, dosis, dan aturan pakai: tablet 200 mg dan tablet 400 mg.
Ulkus duodenum aktif 800 mg 1x sehari pada malam hari atau 300 mg 4x sehari pada waktu makan atau sebelum tidur atau 400 mg 2x sehari pada pagi hari dan sebelum tidur. Lama terapi 4-6 minggu.

Terapi pemeliharaan :

  1. ulkus duodenum 400 mg 1x sehari pada malam hari sebelum tidur.
  2. Ulkus gaster aktif jinak 800 mg 1x sehari pada malam hari sebelum tidur atau 300 mg 4x sehari pada saat makan dan sebelum tidur selama 6-8 minggu.
  3. Refluks gastroesofagus erosif 800 mg 2x sehari atau 400 mg 4x sehari dalam dosis terbagi selama 12 minggu
  4. Hipersekresi patologis 300 mg 4x sehari pada saat makan dan sebelum tidur.

Dosis maksimal 2,4 gram sehari.

Efek samping: diare ringan, sakit kepala, mengantuk, agitasi, dpresi, cemas, halusinasi, mual, muntah.

Resiko khusus: Wanita hamil dan menyusui. Cimetidine dapat melintasi plasenta dan dapat mencapai air susu, sehingga tidak boleh digunakan pada wanita hamil dan menyusui.

RANITIDINE
Nama dagang di Indonesia: Aldin (diproduksi oleh Merck),.Anitid (Bernofarm), Chopintac (Nufarindo), Fordin (Promed), Gastridin (Interbat), Hexer (Kalbe Farma), Radin (Dexa Medica), Rancus (Mersifarma TM), Ranin (Pharos), Ranitidine Hexpharm (Hexpharm) , Ranticid (Kimia Farma), Rantin (Kalbe Farma), Ratinal (Gracia Farmindo), Ranatac (Fahrenheit), Tricker (Meprofarm), Ulceranin (Otto), Wiacid (Lansond), Xeradin (Metiska Farma), Zantac (GlaxoSmithKline), Zantadin(Soho), Zantifar (Ifars), Zumaran (Sandoz).

Indikasi: Ulkus duodenum, ulkus gaster non maligna, kondisi hipersekresi patologi.

Kontra indikasi: Hipersensitif dengan ranitidine

Bentuk sediaan, dosis, dan aturan pakai: tablet 150 mg, ampul 25 mg, ampul 50 mg.
Ulkus duodenum 150 mg 2x sehari atau 300 mg 1x sehari pada malam hari.
Pencegahan kekambuhan ulkus 150 mg sebelum tidur
Sindrom Zollinger Ellison 150 mg 3x sehari.

Efek samping: sakit kepala, pusing, ruam kulit, aritmia, vertigo.

PUSTAKA
Anonim 2007, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi, Edisi 6, Info Master, Jakarta.

Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., and Posey, L.M., 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Sixth Edition, 629-643, The McGraw-Hill Companies, Inc.,USA.

Katzung, B.G., 2002, Basic & Clinical Pharmacology, 8th edition, Mc Graw-Hill Companies INC., New York.

Lacy, C.F., Armstrong, L.L., Goldman, M.P., and Lance, L.L., 2006, Drug Information Handbook, 14th Ed., Lexicomp, Inc.,USA.